5 Alasan Kamu Sering Dibilang “Bocah” oleh Gengmu

sering dibilang bocah

sering dibilang bocah

Menurut bandarbolasbobet kongko bareng teman memang menyenangkan, namun ada sejumlah momen yang membuatmu nggak nyaman. Yaitu ketika bercandaannya telah mulai sindir-sindiran. Dan anda termasuk sebagai di antara yang sangat sering menjadi korban sindiran. Mereka menyindir sikapmu yang kekanak-kanakan. Kamu dirasakan bocah. Sebal nggak sih?

Awalnya memang biasa saja, tetapi semakin ke sini mereka semakin menjadi-jadi. Dari yang awalnya terima saja, lama-lama risih juga. Kamu jadi merasa diremehkan. Kalimat semacam “Bocah, bocah” sering anda dengar dari mulut mereka. Kamu jadi bingung “Kok begini sih?”. Padahal kenyataannyaanda sama laksana mereka, merantau, mandiri, dan telah kuliah. Hmm.. resah.

1. Pengetahuanmu terhadap hal-hal dewasa masih minim. Keluguan dan kepolosanmu ini menciptakan teman-temanmu memandangmu masih bocah saja
Dalam pergaulan (terutama cowok), terkadang kamu perlu untuk tahu tidak sedikit hal meski tersebut nggak anda sukai. Sekalipun tersebut hal-hal tabu atau ‘dewasa’, biar nggak dibilang kuper. Mungkin obrolan teman-temanmu agak tidak banyak nakal, namun nggak jadi masalah bagimu guna mengikutinya asalkan anda nggak ikut-ikutan.

Nggak hanya soal kupasan ‘nakal’, topik percakapan orang dewasa lainnyapun perlu pelan-pelan anda pelajari. Misalnya, ketika temanmumerundingkan soal menikah anda nggak perlu mengelak saja. Meski anda belum kepikiran menikah, nggak terdapat salahnya untuk memperhatikan danmemperhatikan soal pernikahan. Biar anda nggak dirasakan ABG terus.

2. Mungkin pun karena kebiasaanmu yang susah disuruh ngobrol serius. Sudah waktunya mengurangi berkelakar nggak jelas kali, ya
Berkelakar memang perlu, namun di usiamu yang sekarang sudah nggak lagi muda anda mesti menguranginya. Bukan karena berkelakar itu nggak baik cuma sebab memang telah waktunya anda serius dalam menjalani hidup. Kurang-kurangi berkelakar nggak jelas karena biar temanmu telah terlebih dahulu menyadari bahwa nggak setiap ketika mesti tertawa. Mereka sudah meminimalisir bercandaan nggak jelas laksana dulu lagi. Kalauanda masih laksana dulu, yang susah disuruh diskusi serius, tidak boleh heran bila mereka risih sama dirimu. Wajar andai merekaberpikir kamu masih laksana anak ABG.

3. Topik obrolan yang anda sukai lain dari teman-teman seusiamu. Saat mereka merundingkan isu-isu sosial anda malah asyik bercerita mengenai jokes receh milenial
Bertambahnya usiamu seharusnya menambah kesadaran mereka mengenai untukmengerjakan sesuatu yang berguna untuk sesama. Contohlah temanmu yangtelah mulai aktif merundingkan isu sosial, lingkungan, bahkan politik di tongkrongan. Mereka telah move on dari kupasan remeh keseharian seperti serial kartun, jokes receh, gosip artis di lambe turah dan lain-lain. Sebenarnya sih nggak apa-apa kalau tersebut kesukaanmu, cuma barangkali mesti dikurangi. Ingat anda sudah bukan bocah lagi. Kamu pemuda, calon penerus bangsa.

4. Circle pertemananmu pun memengaruhi pandangan orang kepadamu. Kurangi kongko nggak jelas sama mereka yang suka hura-hura
Circle pertemanan dapat merepresentasikan kepribadianmu. Sederhananya begini, anda mungkin aslinya telah dewasa, tapi ketika kongko dengan mereka yang masih bocah terkadang menciptakan orang beda melabelkancocok dengan tongkronganmu. Lagipula, di usiamu kini ini telah sepantasnya anda mengurangi kongko nggak jelas laksana dulu. Kamu harusmemberi batas berteman dengan mereka yang hidupnya melulu hura-hura saja.

5. Dalam memenuhi keperluan sehari-hari mungkin anda bertanggung jawab,namun secara sikap dan kepribadian, masih laksana bocah. Jadi, ya introspeksi diri
Kedewasaan seseorang disaksikan dari bagaimana anda bersikap. Kamubarangkali sudah mandiri, punya duit sendiri, sebentar lagi berlalu kuliah, tapi bila sikapmu masih laksana anak-anak tetap saja bakal dilabeli bocah. Kamu harus belajar menerima kritikan, jangan mudah marah. Kamu harus memandang masalah dari sekian banyak sisi, tidak boleh melulu merasa benar. Kamu harus budiman dalam menyikapi hidup. Setiap gerak-gerikmu mesti mencermikan kedewasaan. Sudah waktunya bebenah. Yap, anda mesti berubah.

Mengontrol apa yang pandangan orang beda memang susah, tapi anda masihdapat mengubahnya. Sebab sejatinya pandangan orang lain ialah cerminan dirimu. Kalau anda mau mengolah citramu maka anda mesti mengolah kepribadianmu. Barangkali barangkali memang kelakuanmu masih laksana bocah, jadi nggak ada teknik lain selain membetulkan sikap diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *